KKN UMM Sulap Produk UMKM Desa Jadi Bernilai Tinggi, Begini Prosesnya

kkn umm

Modernis.co, Malang – Usaha Mikro Kecil Menengah atau disingkat (UMKM) milik desa seringkali menghadapi tantangan dalam bersaing dengan produk dari kota-kota besar atau bahkan produk impor. Meskipun memiliki keunikan tersendiri, produk UMKM desa seringkali kurang mendapatkan perhatian yang layak di pasar yang lebih luas. Namun, dengan pendekatan yang tepat, produk UMKM desa bisa disulap menjadi lebih bernilai jual tinggi dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Berkaitan dengan hal UMKM Desa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Program Pengabdian Masyarakat oleh mahasiswa atau disingkat (PMM) guna membantu pemberdayaan desa agar lebih maju. Di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Wisata Batu, Jawa Timur Mahasiswa UMM Berhasil Menyulap Produk UMKM Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi Produk Sayur Organik yang segar dengan nilai jual yang tinggi.

Mahasiswa UMM melalui Program Pengabdian Masyarakat (PMM) mengambil peran aktif dalam mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Mojorejo untuk meningkatkan nilai jual produk mereka. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis kebutuhan lokal, mahasiswa UMM berhasil mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh KWT, seperti kurangnya pengetahuan tentang teknik pertanian organik, keterbatasan akses pasar, dan kurangnya branding produk.

Peningkatan Kualitas melalui Pertanian Organik

Salah satu langkah pertama yang diambil oleh mahasiswa UMM adalah mengintroduksi teknik pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pelatihan intensif diberikan kepada anggota KWT mengenai penggunaan pupuk organik, pengelolaan hama secara alami, dan teknik panen yang optimal.

Hasilnya, produk sayur yang dihasilkan oleh KWT tidak hanya lebih segar, tetapi juga memiliki kualitas yang lebih tinggi karena bebas dari bahan kimia berbahaya. Hal ini secara langsung meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen, terutama mereka yang sadar akan pentingnya kesehatan.

Branding dan Kemasan Produk yang Menarik

Selain meningkatkan kualitas produk, mahasiswa UMM juga membantu KWT dalam aspek branding dan pengemasan produk. Mereka bekerja sama dengan KWT untuk menciptakan logo yang mencerminkan identitas lokal Desa Mojorejo, serta desain kemasan yang modern dan menarik.

Kemasan yang baik tidak hanya melindungi produk, tetapi juga menjadi sarana untuk menarik perhatian konsumen di pasar. Dengan kemasan yang menarik dan informatif, produk sayur organik KWT mampu menonjol di antara produk-produk lainnya, baik di pasar lokal maupun di toko-toko ritel modern.

Akses Pasar yang Lebih Luas melalui Platform Digital

Di era digital, akses pasar yang lebih luas menjadi salah satu kunci kesuksesan UMKM. Mahasiswa UMM membantu KWT untuk memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce dalam memasarkan produk mereka.

Dengan membuat akun bisnis di platform seperti Instagram dan Tokopedia, KWT dapat memasarkan sayur organik mereka ke konsumen yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada pasar lokal. Selain itu, mahasiswa juga mengajari KWT cara mengambil foto produk yang menarik dan menulis deskripsi produk yang informatif, sehingga dapat menarik lebih banyak pembeli.

Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran Wirausaha

Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, mahasiswa UMM juga berperan dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan anggota KWT. Mereka didorong untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha, serta dibekali dengan pengetahuan tentang manajemen keuangan, pengelolaan sumber daya, dan strategi pemasaran. Kesadaran akan pentingnya wirausaha ini diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga KWT bisa mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dampak Positif bagi Masyarakat Desa Mojorejo

Keberhasilan program ini tidak hanya membawa dampak positif bagi KWT, tetapi juga bagi masyarakat Desa Mojorejo secara keseluruhan. Produk sayur organik yang dihasilkan oleh KWT menjadi salah satu produk unggulan desa, yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan juga semakin meningkat di kalangan warga desa.Mahasiswa UMM melalui PMM telah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, UMKM desa dapat diubah menjadi lebih bernilai jual tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kesuksesan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki.

Peran mahasiswa UMM dalam pemberdayaan UMKM Desa Mojorejo menunjukkan bagaimana kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang nyata dan positif.

Dengan inovasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas, produk UMKM desa dapat disulap menjadi lebih bernilai jual tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Program seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan desa yang lebih maju dan mandiri. (UAQ)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment